Beranda blog

FAMILY GATHERING

0

Laksamananews-FKIP– Kegiatan FAMILY GATHERING yang diadakan oleh PBI ( Pendidikan Bahasa Inggris ) UMRAH pada 11 November 2017 di Pantai Dugong Trikora, telah melaksanakan 4 kali Family Gathering selama PBI UMRAH didirikan.

Ada pun yang berkontribusi dalam kegiatan ini selain panitia acara yaitu pengurus HIMA PBI, acara ini diramaikan oleh seluruh mahasiswa baru PBI UMRAH Tahun 2017, beberapa mahasiswa semester 3, 5 dan semester 7.

Kemudian tujuan yang disampaikan Fabella selaku ketua panitia yaitu “Acara Family Gathering 2017 PBI Umrah yang bertemakan “Good Friends, Good Time, Good Generation” memiliki tujuan yang baik yaitu agar mahasiswa PBI UMRAH bisa menjadi teman-teman yang baik, mempererat tali persaudaraan antar kami, antara kakak dan adik, sehingga kami semua memiliki hubungan yang baik. Dan juga, semoga dengan terselenggaranya acara ini, kami dapat memiliki waktu yang berkualitas sesama kami, bisa mengenal satu dan yang lainnnya, yang tidak kenal menjadi kenal, dapat memperluas pergaulan yang Insya Allah akan berguna di masa yang akan datang, sehingga kami bisa menjadi generasi penerus yang berkualitas, bisa saling membantu untuk memajukan PBI Umrah yang kami banggakan ini.” (Eggy Amelia Putri)

Pekan Cinta Pendidikan Dan Budaya oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan UMRAH

0

Kata sambutan Oleh ketua pelaksana, Roidanis (kiri), dan Kata sambutan oleh, Bapak Dr. Abdul Malik (kanan)

Laksamananews-FKIP: – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan UMRAH menyelenggarakan kegiatan Pekan Cinta Pendidikan Dan Budaya, 27 Oktober 2017, di Kampus UMRAH Dompak. Selaku ketua pelaksana kegiatan, Roidanis, mengatakan “Sesuai dengan tema yang kami usung yaitu, Mewujudkan Siswa Yang Berkualitas, Kreativitas, Dan Produktivitas Melalui Kreasi Mahasiswa Untuk Memperluas Wawasan Pengetahuan Guna Meningkatkan Rasa Ingin Tahu Terhadap Pendidikan Dan Budaya, tujuan dari diadakannya kegiatan ini karena pendidikan dan budaya itu sangatlah penting bagi generasi penerus bangsa, dan juga sebagai media pendukung terbentuknya generasi muda bangsa berkualitas, kreatif, dan produktif,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan Pekan Cinta Pendidikan Dan Budaya ini dapat dijadikan sebagai wadah bagi para pelajar dalam menyalurkan bakat-bakat dan prestasi yang dimilikinya.

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari kalagan SMA/SMK/MA, yang pada umumnya adalah usia dimana mereka sudah mengetahui sedikit lebih tentang jati diri mereka, dan kami disini berperan sebagai wadah untuk mereka semakin mengembangkan jati diri melalui bakat dan prestasi mereka,” terangnya.

Roi menurutkan, perencanaan dan persiapan kegiatan Pekan Cinta Pendidikan Dan Budaya sudah sangat matang meski disebaliknya masih terdapat beberapa kendala, namun baginya itu tidak menyurutkan semangat para panitia dalam melangsungkan kegiatan tersebut.

“Kami merencanakan kegiatan ini sudah dari empat bulan lalu, dan pada akhir Agustus 2017 lalu kami sudah mulai aktif mempersiapkannya. Untuk kendala sudah pasti ada ya dalam tiap-tiap penyelenggaraan kegiatan, namun itu tidak menjadikan semngat kami luntur untuk melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.

Adapun serangkaian kegiatan yang dilangsungkan dalam kegiatan Pekan Cinta Pendidikan Dan Budaya yaitu, Lomba Visiualisasi Puisi Tingkat SMA/SMK/MA Se-Kota Tanjungpinang, dan Lomba Debat Tingkat SMA/SMK/MA Se-Kota Tanjungpinang yang diadakan pada Jumat 27 Oktober 2017, serta serangkaian kegiatan Malam Puncak pada Sabtu, 4 November 2017 mendatang. (Nolisfa)

Prodi Pendidikan Kimia FKIP UMRAH Pemenang Lomba Esai Nasional (LEON) 2017

0

Laksamananews-FKIP: Jum’at-Minggu, 13-15 Oktober 2017, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritime Raja Ali Haji kembali meraih prestasi tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih oleh Desmaria Lumbantoruan dan Ove Roza Putri R. Linge dari Program Studi Pendidikan Kimia. Mereka berhasil meraih juara 2 pada Lomba Esai Nasional (LEON) 2017 yang dilaksanakan oleh Universitas Brawijaya, Fakultas Ilmu Social dan Poitik dengan tema Pemanfaatan Kearifan Local Menuju Indonesia Mandiri: Pendidikan, Ekonomi, Maritime, Social Budaya. “Perlombaan ini dilaksanakan melalui tahap seleksi online sebelum melalui tahap 15 besar ini. Pada tahap 15 besar ini, peserta baik perorangan atau team diundang ke Universitas Brawijaya untuk melakukan persentasi langsung di FISIP Universitas Brawijaya. Judul Esai kami yaitu Gurindam 12 sebagai Rekonstruksi Karakter Bangsa Menuju Indonesia Mandiri. Tujuan dari kami mengambil mengenai Gurindam 12 adalah karna Gurindam 12 ini merupakan salah satu Kearifan Lokal Indonesia.  Dan ini sesuai dgn tema lomba Esai tersebut. Yang mana isi nya adalah bahwa Gurindam 12 dapat menjadi Rekonstruksi Karakter Bangsa. Yang dimaksud Rekonstruksi disini yaitu Membangun karakter Bangsa yang sudah jauh dari falsafah bangsa Indonesia yaitu pancasila. Sudah banyak sikap dan tingkah laku yg jauh dari kata baik, melalui Gurindam 12 ini yang memiliki makna dari setiap pasal nya yg dpat dijadikan pedoman, petuah, tuntunan dan tatanan untuk perubahan karakter bangsa Indonesia. Tujuan kami mengambil judul Gurindam 12 sebagai Rekonstruksi Karakter Bangsa Menuju Indonesia Mandiri yaitu yaitu Karena salah satu warisan nenek moyang kita yaitu Kearifan Lokal di Indonesia itu ada Gurindam 12. Gurindam 12 mengandung banyak petuah, nasihat, tuntunan  serta tatanan yang dapat dijadikan sebagai upaya merekonstruksi karakter bangsa Indonesia saat ini yang sudah banyak mengikuti budaya luar yang masuk ke Indonesia oleh karena arus Globalisasi.” ujar desma saat diwawancarai. Dengan judul yang mereka sampaikan tersebut, akhirnya mereka berhasil meraih juara 2 dari 15 Universitas ternama di Indonesia, dengan juara pertama diraih oleh Universitas Hassanudin dan juara ketiga diraih oleh Institut Pertanian Bogor. Adapun pesan dari desma sebagai pemenang “Bersyukur sekali ketika Tuhan memberikan kita kesempatan. Maka gunakanlah kesempatan itu sebaik mungkin. Karena kita gak pernah tahu bagaimana hasil akhirnya, Manusia boleh aja berencana tapi Tuhan yang menentukan. Kuatkan niat dan tekad. Percayalah bahwa kamu pasti bisa. Nikmati setiap waktunya, jgn pernah menyerah walau sesulit apapun rintangan itu. Dan anyway jangan lupa bersyukur yaa”. (Desti Indriyanti)

Indonesia Muda Menulis oleh Laboratorium Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMRAH

0

Laksamananews-FKIP: Indonesia Muda Menulis adalah program awal tahun 2017 yang diadakan oleh Laboratorium Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji dengan mengusung tema “Membudayakan Literasi Generasi Muda utuk Meningkatkan Daya Pikir Kritis dan Inspiratif”.

Acara dimulai dengan khidmad dengan pembukaan oleh Bapak Dr. Abdul Malik, M.Pd. di Auditorium Rektorat Lt.3 Dompak. Kegiatan diikuti oleh Kepala Laboratorium Bahasa dan Sastra sekaligus Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ibu Ahada Wahyusari, S.Pd., M.Pd. dan para peserta Indonesia Muda Menulis yang kurang lebih 30 peserta.

Pada acara inti kegiatan Indonesia Muda Menulis sangatlah inspiratif sekali, disini tim kreatif menghadirkan tiga narasumber hebat dengan life skill masing-masing.

  • Narasumber pertama, Bapak Fatih Muftih dengan topik materi “Jadi Cantik atau Ganteng dengan Menulis”.
  • Narasumber kedua, Bapak Nikolas Panama dengan topik materi “Teknik Menulis Opini”.
  • Narasumber ketiga, Bapak Trisno Aji Putra dengan topik matteri “Teknik Menulis Feature”.

Narasumber pertama mengatakan bahwa “menulis itu susah, jika menulis membuat lebih ganteng atau cantik”, disini narasumber pertama memberikan tips and trick untuk menulis, pertama menulis tanpa berpikir dan kedua berpikir setelah menulis (menyunting ketat).

Narasumber kedua mengatakan bahwa menulis opini adalah sebuah “rekreasi pengetahuan”, maksudnya mengasah otak, menantang munculnya ide-ide baru, juga menantang pendapat orang dengan argumentasi yang siap untuk diperdebatkan.

Dan narasumber terakhir mengatakan bahwa “jika ingin menulis, pergilah ketempat yang jauh dan tulislah apa yang kamu lihat” namun jangan lupa untuk pulang ya??, ujar bapak Trisno. Teknik dalam menulis feature yaitu wawancara, data pendukung dan pengamatan.

Penyampaian materi oleh ketiga narasumber pun berakhir, selanjutnya para peserta Indonesia Muda Menulis di tuntut untuk mampu mempraktikkan apa yang sudah disampaikan oleh ketiga narasumber. Peserta diperbolehkan untuk membuat opini maupun feature.

Dalam waktu yang kurang lebih satu jam, peserta Indonesia Muda Menulis mampu menyelesaikan misinya, dan pengumuman pemenang Indonesia Muda Menulis dengan tiga kandidiat terbaik dibacakan oleh MC menjadi rangkaian acara terakhir dari Indonesia Muda Menulis.

  1. Kategori opini terbaik dengan judul “Mengapa Kecil Selalu Tersingkir Harus Mengalah dan Menyingkir” oleh Fachrian Bahri dari Prodi Bahasa Inggris FKIP.
  2. Kategori feature terbaik I dengan judul “Kekurangan tidak menutupi keahlian. Namun, keahlian mampu menutupi kekurangan” oleh Nur Irdawati dari Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP.
  3. Kategori feature terbaik II dengan judul “Veve Manusia Tanpa Keterbatasan” oleh Arlan As FKIP.

Kegiatan Indonesia Muda Menulis ini menggagas untuk para pemuda menyukai tulisannya, memulai karyanya dengan tulisan, dan mampu menumpahkan ide-idenya lewat gagasan-gagasan dalam bentuk tulisan. Karena sebenarnya menjadi “ganteng atau cantik itu dengan menulis”, ujar bpk Fatih. (Devita Yuli Eveni)